Jejak Tuhan ,Kesalehan dan ,sekantong Harapan
Centralinformationasean.com , Opini, Ada orang-orang saleh yang dikaruniai istri dan anak-anak yang saleh/salehah, dikaruniai kekuatan finansial yang mencukupi, dicintai penduduk bumi dan langit, dan dikaruniai kebahagiaan, maka begitulah karuniai Tuhan kepada hamba-Nya, dan hal tersebut mutlak hak prerogatif-Nya.
Sangat penting bagi kita mengikuti jejak kesalehan orang-orang saleh tersebut, seraya berharap mendapatkan apa yang telah diterima oleh mereka.
Karunia Tuhan Maha Luas, maka berawal dari sebuah keyakinan bahwa Tuhan akan mencintai, Orang , orang-orang yang mencintai-Nya. Janganlah kita berputus harapan dari karunia Tuhan. Ingat bahwa Tuhan, mengikuti prasangka hamba-hamba-Nya kepada-Nya.
Begitupun Kemanapun kita pergi, tetap saja sekantong harapan
selalu menyertai, karena telah menjadi file, yang kita simpan di ruang jiwa, ruang rasa, dan ruang ingatan. Boleh berharap asal tidak membebani diri sendiri yang berlebihan. boleh berharap asal tidak melahirkan harap-harap cemas yang akut.
Sekantong harapan, adalah bukti bahwa kita masih eksis dalam hidup dan menjalani kehidupan. Hidup tanpa harapan, tak ubahnya berjalan tanpa tujuan. Hidup tanpa harapan seperti mati sebelum dijemput kematian.
Harapan kita janganlah pernah mengusik apalagi menggeser orbit kemanusiaan kita, janganlah melemahkan dan melunturkan orbit kehambaan kita.
Berharap lah, bermimpilah, dan berekspektasilah, namun pastikan kedua kaki kita masih menginjak bumi, dan kita masih menjadi penduduk bumi. Jadikan sebagai peneguh kewarasan kita, menjadi cambuk penyemangat hidup kita, dan menjadi benteng kesadaran kita.
( Sholihul)
Komentar
Posting Komentar