Sahril
Syahril juga merangkum poin-poin penting yang disampaikan Teguh Dartanto melalui akun Facebook pribadinya terkait proses studi doktoral Bahlil Lahadalia:
Alasan Memilih Program Doktor di SKSG UI: Bahlil memenuhi syarat administratif untuk menempuh program doktor karena memiliki gelar Magister dari Universitas Cenderawasih (UNCEN). Teguh menyarankan Bahlil memilih SKSG UI karena program ini lebih fleksibel dibandingkan dengan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UI (FEB UI).
Topik dan Motivasi Penelitian: Disertasi Bahlil berfokus pada kebijakan hilirisasi nikel di Indonesia, mengevaluasi efektivitas kebijakan tersebut, dan mencari solusi untuk mengatasi dampak negatifnya.
Kewajaran dan Validitas Proses: Bahlil telah memenuhi syarat publikasi ilmiah dengan artikelnya diterbitkan di jurnal SINTA 2 dan jurnal internasional bereputasi. Jurnal predator yang sempat dipakai tidak diperhitungkan dalam proses kelulusan. Ia juga melakukan penelitian lapangan di Morowali dan Weda Bay, serta mewawancarai para pakar internasional, seperti Dani Rodrik dan Ha-Joon Chang.
Kualitas dan Etika Akademik: Tim promotor dan penguji bersikap independen dan tidak dapat dipengaruhi oleh suap. Penguji eksternal yang terlibat dalam sidang promosi, seperti Prof. Didik J. Rachbini dan Prof. Kozuke Mizuno, merupakan akademisi berkompeten. Tuduhan plagiasi yang menyebut kesamaan dengan skripsi UIN terbukti tidak berdasar, karena pengecekan similarity menunjukkan angka di bawah 10%.
Durasi Studi: Bahlil menyelesaikan program doktor dalam waktu empat semester, sesuai dengan ketentuan Peraturan Rektor UI. Kasus kelulusan cepat ini bukan hal baru, karena sebelumnya Doktor Sugeng Purwanto juga lulus dalam 13 bulan.
Kesimpulan: Teguh Dartanto mengimbau publik agar tidak terjebak dalam prasangka dan hoaks. Ia menekankan pentingnya penilaian objektif dan penghargaan terhadap integritas akademik Universitas Indonesia.
Sebagai pengingat, Teguh mengutip QS Al-Ma’idah ayat 8:
“Dan janganlah kebencianmu terhadap suatu kaum membuatmu berlaku tidak adil.”
Dengan penjelasan tersebut, Syahril berharap masyarakat dapat lebih bijaksana dan objektif dalam menilai polemik ini, tanpa terpengaruh oleh prasangka dan kebencian.
Komentar
Posting Komentar