Per mobile
Siapa yang tidak kenal dengan sosok Kakak Besar Jenderal Paulus Waterpauw.
Polisi, Papua, dan konflik. Tiga kata yang lekat dengan perjalanan hidup Sang Jenderal (Purn.) Paulus Waterpauw. Pertautan ketiganya kerap terjalin di suatu wilayah yang bernama daerah konflik’. Di sinilah peran Paulus Waterpauw menghadapi persoalan yang tidak selalu mudah dipandang secara hitam-putih. Ada banyak warna yang memberikan ragam gambaran yang dalam menyikapinya harus selalu berpijak pada kemanusiaan dan hati nurani.
Karena itu, banyak pihak yang kemudian terinspirasi. Karena, dalam kiprahnya selalu berpegang pada prinsip 'pendekatan kemanusiaan jauh lebih penting daripada pamer kekuatan'. Beliau terapkan saat bertugas menjadi Kapolda Papua dua kali, kapolda Papua Barat Daya, Kapolda Sumatera Utara, Kabaintelkam Polri, Deputi II BNPP, dan saat dipemerinahan menjadi Plt. Gubernur Papua Barat Daya.
Buku Mengabdi Dengan Hati jilid 1 dan 2, yang mengisahkan jejak hidup Sang Pengabdi kelahiran Fakfak yang masa remajanya dibesarkan di Surabaya, bisa dibeli melalui saya sebagai penulisnya dengan harga Jilid 1 : 80.000,- dan Jilid 2 : 120.000. Minat? Bisa inbox.

Komentar
Posting Komentar